Rabu, 15 Februari 2012

ASUHAK KEPERAWATAN SKIZOFRENIA


A.    Konsep Dasar Skizophrenia
  1. Pengertian
Skizofrenia adalah suatu keadaan juwa yang terpecah belah adanya kerekatan atau dishasmoni antara proses berpikir, perasaan dan perbuatan. (Bleliler, 1911)

  1. Eholog
a.       Paktor keturunan
Pada penelitian menunjukan bahwa keturunan juga menentukan timbulnya skizofrenia, angka kesakitan bagi saudara kandung 7 – 15 % anak dengan slah satu orang tua menderita 40 – 68 % kembar heterozogot 2-15%, kembar monosigot 61-86%
b.         Faktor Biolgi
Hal ini di kemukakan berhubungan dengan serig munculnya skizofronia pada waktu pubertas, kehamilan atau klimakterium juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh.
c.       Faktor Sosial – Kultural Keluarga
1)      Teori Adolf Meyer
Skizofrenia merupakan suatu keadaan maladaprasi
2)      Teort sigmound freung
Skizofrenia merupakan kelemahan 90 oleh karena psikogenik atau pun Somato genik, selain itu super ego di kesampingkan id berkuasa sehingga terjadi regresi ke fase narcisarme dan kehilangan kapastian untuk pemindahan.
3)         Eligen Bleuler
Memberikan istilah “Skizofrenia” Ischizot = penuh belah atau bercabang, phien = jiwa  yaitu jiwa yang terpecah belah

B.     Konsep Dasar Skizoprenia Hebeprenik
  1. Batasan : Salah satu tipe skizofrenia yang mempunyai ciri ;
1.      Inkoherensi yang jelas dan bentuk pikiran yang kacau (disorganized).
2.      Tidak terdapat wamam yang sistemik
3.      Efek yang datar dan tak serasi / ketolol - tololan
  1. Erjula Klinik
Gambaran utama skizofrenia tipe hebefrenik berupa :
-          Inkoherensi yang jelas
-          Afek datar tak serasi atau ketolol – tololan
-          Sering disertai tertawa kecil (giggling) atau senyum tak wajar
-          Waham / halusinasi yang terpecah – pecah isi temanya tidak terorganisasi sebagai suatu kesadaran, tidak ada waham sistemik yang jelas gambaran penyerta yang sering di jumpai.
-          Menyertai pelangaran (mennerism) berkelakar
-          Kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrem dari hubungan sosial
-          Berbagai perilaku tanpa tujuan
Gambaran klinik ini di mulai dalam usia muda 915-25 th) berlangsung pelan – pelan menahan tanpa remisi yang berarti peterroasi kepribadian dan sosial terjadi paling hebat di banding tipe yang lain.

C.    Konsep Dasar Halusinasi
1.      Pengertian
Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal pikiran dan rangsang eksternal (dunia luar) klien memberi perpepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata, misalnya : klien menyatakan mendengar suaru. Padahal tidak ada orang yang bicara.


2.      Proses terjadinya halunasi
Fase pertama
            Klien mengalami stress, cemas, perasaan perpisahan, kesepiam yang memuncak dan tidak dapat di selesaikan, klien mulai melamun dan memikirkan hal – hal yang menyenangkan cara ini hanya menolong sementara.
            Fase kedua
            Kecemasan meningkatkan, menurun dan berpikir sendiri jadi dominan. Mulai dirasakan ada bisikan yang tidak jelas, klien tidak ingin orang lain tahu ia tetap dapat mengontrol.
            Fase ketiga.
            Bisikan, suara, isi halusinasi semakin menonjol, menguasai dan mengotrol klien, Klien menjadi terbiasa dan tidak berdaya terhadap halusinasinya.
            Fase empat
            Halusinasi berubah menjadi mengancam memerintah dan memarahi klien, klien menjadi takut, tidak berdaya hilang kontrol dan tidak berdaya, hilang dan tidak dapat berhubungan secara nyata dengan orang lain di lingkungan

3.      Tanda – tanda halusinasi
 Menurut diri, tersenyum sendiri duduk terpaku, bicara sendiri memandang satu arah, menyerang tiba – tiba, arah gelisah.

4.      Jenis halusinasi
a.       halusinasi dengar
Dengan suatu membicarakan, mengejek, menertawakan, mengancam tetapi tidak ada sumbernya disekitarnya.
b.      Halusinasi terlihat
Melihat pemandangan, orang, binatang atau sesuatu yang tidak ada tetapi klien yakin ada
c.       Halusinasi penciuman
 Menyatakan mencium bau bunga kemenyan yang tidak dirasa orang lain dan ada sumber.
d.      Halusinasi  kecap

  Merasa mengecap sesuatu rasa di mulut tetapi tidak ada

e.       Halusinasi raba
      Merasa ada binatang merayap pada kulit tetapi tidak ada

D.    Pengkajian
Pengkajian merupakan awal dan dasar utama dari proses keperawatan tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien.
       Data yang dikupulkan meliputi data biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Pengelompokan data pada pengakajian kesehatan jiwa dapat pula berupa faktor predisposisi, faktor presipitasi, penilian terhadap stressoe, sumber keping dan kemampuan kuping yang dimiliki klien (stant dan sunden, 1995). Cara pengkajian lain berfokus pada 5 (lima) dimensi : fisik, emosional, intelektual, sosial dan spiritual. Isi pengkajian meliputi :
1.      Identitas klien
2.      Keluhan utama/alasan masuk
3.      Faktor predisposisi
4.      Dimensi fisik / biologis
5.      Dimensi psikososial
6.      Status mental
7.      Kebutuhan persiapan pulang
8.      Mekanisme koping
9.      Masalah psikososial dan lingkungan
10.  Aspek medik
Data yang didapat melalui observasi atau pemeriksaan langsung di sebut data obyektif, sedangkan data yang disampaikan secara lisan oleh klien dan keluarga melalui wawancara perawatan disebut data subyektif.
            Dari data yang dikumpulkan, perwatan langsung merumuskan masalah keperawatan pada setiap kelompok data yang trkumpul. Umumnya sejumlah masalah klien saling saling berhubungan dan dapat digambarkan sebagai pohon masalah (Fasio, 1983 dan INJF, 1996). Agar penentuan pohon masalah dapat di pahami dengan jelas, penting untuk diperhatikan yang terdapat pada pohon masalah :  Penyebab (kausa), masalah utama (care problem) dan effect (akibat). Masalah utama adalah priotas masalah klien dari beberapa masalah yang dimiliki oleh klien. Umumnya masalah utama berkaitan erat dengan alasan masuk atau keluhan utama. Penyebab adalah salah satu dari beberapa masalah klien yang menyebabkan masalah utama. Akibat adalah salah satu dari beberapa masalah klien yang merupakan efek / akibat dari masalah utama. Pohon masalah ini diharapkan dapat menudahkan perawat dalam menyusun diagnosa keperawatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar