Selasa, 20 Desember 2011

Askep Angina Pectoris

Angina Pectoris


Angina Pectoris

ANGINA PECTORIS

PENGERTIAN
  1. Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993)
  2. Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996)
  3. Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler)

ETIOLOGI
  1. Ateriosklerosis
  2. Spasme arteri koroner
  3. Anemia berat
  4. Artritis
  5. Aorta Insufisiensi

FAKTOR-FAKTOR RESIKO
  1. Dapat Diubah (dimodifikasi)
    • Diet (hiperlipidemia)
    • Rokok
    • Hipertensi
    • Stress
    • Obesitas
    • Kurang aktifitas
    • Diabetes Mellitus
    • Pemakaian kontrasepsi oral
  2. Tidak dapat diubah
    • Usia
    • Jenis Kelamin
    • Ras
    • Herediter
    • Kepribadian tipe A

FAKTOR PENCETUS SERANGAN

Faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain :
  1. Emosi
  2. Stress
  3. Kerja fisik terlalu berat
  4. Hawa terlalu panas dan lembab
  5. Terlalu kenyang
  6. Banyak merokok

GAMBARAN KLINIS
  1. Nyeri dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter skapula atau lengan kiri.
  2. Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
  3. Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
  4. Nyeri hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin.
  5. Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
  6. Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
  7. Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan.

TIPE SERANGAN
  1. Angina Pektoris Stabil
    • Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen niokard.
    • Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas.
    • Durasi nyeri 3 – 15 menit.

  2. Angina Pektoris Tidak Stabil
    Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dengan angina pektoris stabil.
    • Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
    • Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
    • Kurang responsif terhadap nitrat.
    • Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
    • Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.

  3. Angina Prinzmental (Angina Varian).
    • Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.
    • Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik.
    • EKG menunjukkan elevaasi segmen ST.
    • Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akut.
    • Dapat terjadi aritmia.


PATOFISIOLOGI DAN PATHWAYS

Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakir arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.

Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid0 yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.

Sumber : http://wiwik-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2011/03/angina-pectoris.html

Asuhan Keperawatan Angina Pectoris

Asuhan Keperawatan Angina Pectoris


DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL

  1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemik miokard.
  2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan berkurangnya curah jantung.
  3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
  4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

FOKUS INTERVENSI
  1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemik miokard.

    Intervensi :
    • Kaji gambaran dan faktor-faktor yang memperburuk nyeri.
    • Letakkan klien pada istirahat total selama episode angina (24-30 jam pertama) dengan posisi semi fowler.
    • Observasi tanda vital tiap 5 menit setiap serangan angina.
    • Ciptakanlingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
    • Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
    • Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas.
    • Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.
    • Kolaborasi pengobatan.


  2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kurangnya curah jantung.

    Intervensi :
    • Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
    • Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi.
    • Catat warna kulit dan kualittas nadi.
    • Tingkatkan katifitas klien secara teratur.
    • Pantau EKG dengan sering.


  3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.

    Intervensi :
    • Jelaskan semua prosedur tindakan.
    • Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut.
    • Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
    • Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
    • Kolaborasi.


  4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

    Intervensi :
    • Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
    • Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
    • Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan diet dan olah raga.
    • Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
    • Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
    • Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan.


DAFTAR PUSTAKA


Corwin, Elizabeth, Buku Saku Patofisiologi, Jakarta, EGC, 2000.

Chung, EK, Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler, Jakarta, EGC, 1996

Doenges, Marylinn E, Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta, EGC, 1998

Engram, Barbara, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah volume 2, Jakarta, EGC, 1998

Long, C, Barbara, Perawatan Medikal Bedah 2, Bandung, IAPK, 1996

Noer, Sjaifoellah, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta, FKUI, 1996

Price, Sylvia Anderson, Patofisiologi Buku I Jakarta, EGC, 1994

……., Dasar-dasar Keperawatan Kardiotorasik (Kumpulan Bahan Kuliah edisi ketiga),Jakarta : RS Jantung Harapan Kita, 1993.

Tucker, Susan Martin, Standar Perawatan Pasien Volume I, Jakarta, EGC, 1998

Underwood, J C E, Pathologi Volume 1 , Jakarta, EGC, 1999

Asuhan Keperawatan Angina Pectoris

Askep AMI (Acute Myocardial Infarction)

AMI (Acute Myocardial Infarction)

A. PENGERTIAN

Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang.
(Brunner & Sudarth, 2002)
Infark miocard akut adalah nekrosis miocard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. (Suyono, 1999)

B. ETIOLOGI (kasuari, 2002)
1. faktor penyebab :
a. Suplai oksigen ke miocard berkurang yang disebabkan oleh 3 faktor :
- Faktor pembuluh darah :
 Aterosklerosis.
 Spasme
 Arteritis

- Faktor sirkulasi :
 Hipotensi
 Stenosos aurta
 insufisiensi

- Faktor darah :
 Anemia
 Hipoksemia
 polisitemia

b. Curah jantung yang meningkat :
- Aktifitas berlebihan
- Emosi
- Makan terlalu banyak
- hypertiroidisme

c. Kebutuhan oksigen miocard meningkat pada :
- Kerusakan miocard
- Hypertropimiocard
- Hypertensi diastolic

2. Faktor predisposisi :
a. faktor resiko biologis yang tidak dapat diubah :
- usia lebih dari 40 tahun
- jenis kelamin : insiden pada pria tinggi, sedangkan pada wanita meningkat setelah menopause
- hereditas
- Ras : lebih tinggi insiden pada kulit hitam.

b. Faktor resiko yang dapat diubah :
- Mayor :
 hiperlipidemia
 hipertensi
 Merokok
 Diabetes
 Obesitas
 Diet tinggi lemak jenuh, kalori

- Minor:
 Inaktifitas fisik
 Pola kepribadian tipe A (emosional, agresif, ambisius, kompetitif).
 Stress psikologis berlebihan.


C. TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala infark miokard ( TRIAS ) adalah :
1. Nyeri :
a. Nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus-menerus tidak mereda, biasanya diatas region sternal bawah dan abdomen bagian atas, ini merupakan gejala utama.
b. Keparahan nyeri dapat meningkat secaara menetap sampai nyeri tidak tertahankan lagi.
c. Nyeri tersebut sangat sakit, seperti tertusuk-tusuk yang dapat menjalar ke bahu dan terus ke bawah menuju lengan (biasanya lengan kiri).
d. Nyeri mulai secara spontan (tidak terjadi setelah kegiatan atau gangguan emosional), menetap selama beberapa jam atau hari, dan tidak hilang dengan bantuan istirahat atau nitrogliserin (NTG).
e. Nyeri dapat menjalar ke arah rahang dan leher.
f. Nyeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, dingin, diaforesis berat, pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah.
g. Pasien dengan diabetes melitus tidak akan mengalami nyeri yang hebat karena neuropati yang menyertai diabetes dapat mengganggu neuroreseptor (mengumpulkan pengalaman nyeri).

2. Laborat
Pemeriksaan Enzim jantung :
a. CPK-MB/CPK
Isoenzim yang ditemukan pada otot jantung meningkat antara 4-6 jam, memuncak dalam 12-24 jam, kembali normal dalam 36-48 jam.
b. LDH/HBDH
Meningkat dalam 12-24 jam dam memakan waktu lama untuk kembali normal
c. AST/SGOT
Meningkat ( kurang nyata/khusus ) terjadi dalam 6-12 jam, memuncak dalam 24 jam, kembali normal dalam 3 atau 4 hari

3. EKG
Perubahan EKG yang terjadi pada fase awal adanya gelombang T tinggi dan simetris. Setelah ini terdapat elevasi segmen ST.Perubahan yang terjadi kemudian ialah adanya gelombang Q/QS yang menandakan adanya nekrosis.

Skor nyeri menurut White :
0 = tidak mengalami nyeri
1 = nyeri pada satu sisi tanpa menggangu aktifitas
2 = nyeri lebih pada satu tempat dan mengakibatkan terganggunya aktifitas, mislnya kesulitan bangun dari tempat tidur, sulit menekuk kepala dan lainnya.

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. EKG
Untuk mengetahui fungsi jantung : T. Inverted, ST depresi, Q. patologis
2. Enzim Jantung.
CPKMB, LDH, AST
3. Elektrolit.
Ketidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas, missal hipokalemi, hiperkalemi
4. Sel darah putih
Leukosit ( 10.000 – 20.000 ) biasanya tampak pada hari ke-2 setelah IMA berhubungan dengan proses inflamasi
5. Kecepatan sedimentasi
Meningkat pada ke-2 dan ke-3 setelah AMI , menunjukkan inflamasi.
6. Kimia
Mungkin normal, tergantung abnormalitas fungsi atau perfusi organ akut atau kronis
7. GDA
Dapat menunjukkan hypoksia atau proses penyakit paru akut atau kronis.
8. Kolesterol atau Trigliserida serum
Meningkat, menunjukkan arteriosclerosis sebagai penyebab AMI.
9. Foto dada
Mungkin normal atau menunjukkan pembesaran jantung diduga GJK atau aneurisma ventrikuler.
10. Ekokardiogram
Dilakukan untuk menentukan dimensi serambi, gerakan katup atau dinding ventrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup.
11. Pemeriksaan pencitraan nuklir
a. Talium : mengevaluasi aliran darah miocardia dan status sel miocardia missal lokasi atau luasnya IMA
b. Technetium : terkumpul dalam sel iskemi di sekitar area nekrotik
12. Pencitraan darah jantung (MUGA)
Mengevaluasi penampilan ventrikel khusus dan umum, gerakan dinding regional dan fraksi ejeksi (aliran darah)
13. Angiografi koroner
Menggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. Biasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi). Prosedur tidak selalu dilakukan pad fase AMI kecuali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi.
14. Digital subtraksion angiografi (PSA)
Teknik yang digunakan untuk menggambarkan
15. Nuklear Magnetic Resonance (NMR)
Memungkinkan visualisasi aliran darah, serambi jantung atau katup ventrikel, lesivaskuler, pembentukan plak, area nekrosis atau infark dan bekuan darah.
16. Tes stress olah raga
Menentukan respon kardiovaskuler terhadap aktifitas atau sering dilakukan sehubungan dengan pencitraan talium pada fase penyembuhan.

E. PENATALAKSANAAN
1. Rawat ICCU, puasa 8 jam
2. Tirah baring, posisi semi fowler.
3. Monitor EKG
4. Infus D5% 10 – 12 tetes/ menit
5. Oksigen 2 – 4 lt/menit
6. Analgesik : morphin 5 mg atau petidin 25 – 50 mg
7. Obat sedatif : diazepam 2 – 5 mg
8. Bowel care : laksadin
9. Antikoagulan : heparin tiap 4 – 6 jam /infus
10. Diet rendah kalori dan mudah dicerna
11. Psikoterapi untuk mengurangi cemas

Sumber : http://wiwik-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2011/02/ami-acute-myocardial-infarction_13.html

Asuhan Keperawatan AMI (Acute Myocardial Infarction)

Asuhan Keperawatan AMI (Acute Myocardial Infarction)


Pengkajian

A. PENGKAJIAN PRIMER

1. Airways
  • Sumbatan atau penumpukan secret
  • Wheezing atau krekles
2. Breathing
  • Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat
  • RR lebih dari 24 kali/menit, irama ireguler dangkal
  • Ronchi, krekles
  • Ekspansi dada tidak penuh
  • Penggunaan otot bantu nafas
3. Circulation
  • Nadi lemah , tidak teratur
  • Takikardi
  • TD meningkat / menurun
  • Edema
  • Gelisah
  • Akral dingin
  • Kulit pucat, sianosis
  • Output urine menurun

B. PENGKAJIAN SEKUNDER.

1. Aktifitas
Gejala :
  • Kelemahan
  • Kelelahan
  • Tidak dapat tidur
  • Pola hidup menetap
  • Jadwal olah raga tidak teratur
Tanda :
  • Takikardi
  • Dispnea pada istirahat atau aaktifitas

2. Sirkulasi
Gejala :
  • Riwayat IMA sebelumnya, penyakit arteri koroner, masalah tekanan darah, diabetes mellitus.
Tanda :
  • Tekanan darah :
    Dapat normal atau naik atau turun
    Perubahan postural dicatat dari tidur sampai duduk atau berdiri
  • Nadi :
    Dapat normal , penuh atau tidak kuat atau lemah / kuat kualitasnya dengan pengisian kapiler lambat, tidak teratus (disritmia)
  • Bunyi jantung
    Bunyi jantung ekstra : S3 atau S4 mungkin menunjukkan gagal jantung atau penurunan kontraktilits atau komplain ventrikel
  • Murmur
    Bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot jantung
  • Friksi ; dicurigai Perikarditis
  • Irama jantung dapat teratur atau tidak teratur
  • Edema
    Distensi vena juguler, edema dependent , perifer, edema umum,krekles mungkin ada dengan gagal jantung atau ventrikel
  • Warna
    Pucat atau sianosis, kuku datar , pada membran mukossa atau bibir
3. Integritas ego
Gejala :
menyangkal gejala penting atau adanya kondisi takut mati, perasaan ajal sudah dekat, marah pada penyakit atau perawatan, khawatir tentang keuangan , kerja , keluarga

Tanda :
menoleh, menyangkal, cemas, kurang kontak mata, gelisah, marah, perilaku menyerang, focus pada diri sendiri, koma nyeri

4. Eliminasi
Tanda : normal, bunyi usus menurun.

5.Makanan atau cairan
Gejala : mual, anoreksia, bersendawa, nyeri ulu hati atau terbakar

Tanda : penurunan turgor kulit, kulit kering, berkeringat, muntah, perubahan berat badan

6. Hygiene
Gejala atau tanda : lesulitan melakukan tugas perawatan

7. Neurosensori
Gejala : pusing, berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk atau istrahat )

Tanda : perubahan mental, kelemahan

8. Nyeri atau ketidaknyamanan
Gejala :
  • Nyeri dada yang timbulnya mendadak (dapat atau tidak berhubungan dengan aktifitas ), tidak hilang dengan istirahat atau nitrogliserin (meskipun kebanyakan nyeri dalam dan viseral)
  • Lokasi :
    Tipikal pada dada anterior, substernal , prekordial, dapat menyebar ke tangan, ranhang, wajah. Tidak tertentu lokasinya seperti epigastrium, siku, rahang, abdomen, punggung, leher.
  • Kualitas :
    “Crushing ”, menyempit, berat, menetap, tertekan, seperti dapat dilihat .
  • Intensitas :
    Biasanya 10(pada skala 1 -10), mungkin pengalaman nyeri paling buruk yang pernah dialami.
  • Catatan : nyeri mungkin tidak ada pada pasien pasca operasi, diabetes mellitus , hipertensi, lansia

9. Pernafasan:
Gejala :
  • dispnea tanpa atau dengan kerja
  • dispnea nocturnal
  • batuk dengan atau tanpa produksi sputum
  • riwayat merokok, penyakit pernafasan kronis.
Tanda :
  • peningkatan frekuensi pernafasan
  • nafas sesak / kuat
  • pucat, sianosis
  • bunyi nafas ( bersih, krekles, mengi ), sputum

10. Interkasi social
Gejala :
  • Stress
  • Kesulitan koping dengan stressor yang ada missal : penyakit, perawatan di RS
Tanda :
  • Kesulitan istirahat dengan tenang
  • Respon terlalu emosi ( marah terus-menerus, takut )
  • Menarik diri

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1. Nyeri berhubungan dengan iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri ditandai dengan :
  • nyeri dada dengan / tanpa penyebaran
  • wajah meringis
  • gelisah
  • delirium
  • perubahan nadi, tekanan darah.
Tujuan :
Nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan perawatan selama di RS
Kriteria Hasil:
  • Nyeri dada berkurang misalnya dari skala 3 ke 2, atau dari 2 ke 1
  • ekpresi wajah rileks / tenang, tak tegang
  • tidak gelisah
  • nadi 60-100 x / menit,
  • TD 120/ 80 mmHg
Intervensi :
  • Observasi karakteristik, lokasi, waktu, dan perjalanan rasa nyeri dada tersebut.
  • Anjurkan pada klien menghentikan aktifitas selama ada serangan dan istirahat.
  • Bantu klien melakukan tehnik relaksasi, mis nafas dalam, perilaku distraksi, visualisasi, atau bimbingan imajinasi.
  • Pertahankan Olsigenasi dengan bikanul contohnya ( 2-4 L/ menit )
  • Monitor tanda-tanda vital ( Nadi & tekanan darah ) tiap dua jam.
  • Kolaborasi dengan tim kesehatan dalam pemberian analgetik.

2. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan factor-faktor listrik, penurunan karakteristik miokard
Tujuan :
Curah jantung membaik / stabil setelah dilakukan tindakan keperawatan selama di RS
Kriteria Hasil :
  • Tidak ada edema
  • Tidak ada disritmia
  • Haluaran urin normal
  • TTV dalam batas normal
Intervensi :
  • Pertahankan tirah baring selama fase akut
  • Kaji dan laporkan adanya tanda – tanda penurunan COP, TD
  • Monitor haluaran urin
  • Kaji dan pantau TTV tiap jam
  • Kaji dan pantau EKG tiap hari
  • Berikan oksigen sesuai kebutuhan
  • Auskultasi pernafasan dan jantung tiap jam sesuai indikasi
  • Pertahankan cairan parenteral dan obat-obatan sesuai advis
  • Berikan makanan sesuai diitnya
  • Hindari valsava manuver, mengejan ( gunakan laxan )

3. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan , iskemik, kerusakan otot jantung, penyempitan / penyumbatan pembuluh darah arteri koronaria ditandai dengan :
  • Daerah perifer dingin
  • EKG elevasi segmen ST & Q patologis pada lead tertentu
  • RR lebih dari 24 x/ menit
  • Kapiler refill Lebih dari 3 detik
  • Nyeri dada
  • Gambaran foto torak terdpat pembesaran jantung & kongestif paru ( tidak selalu )


DAFTAR PUSTAKA


1. Carolyn M. Hudak. Critical Care Nursing : A Holistic Approach. Edisi VII. Volume II. Alih Bahasa : Monica E. D Adiyanti. Jakarta : EGC ; 1997
2. Susan Martin Tucker. Patient Care Standarts. Volume 2. Jakarta : EGC ; 1998
3. Lynda Juall Carpenito. Handbook Of Nursing Diagnosis. Edisi 8. Jakarta : EGC ; 2001
4. Long, B.C. Essential of medical – surgical nursing : A nursing process approach. Volume 2. Alih bahasa : Yayasan IAPK. Bandung: IAPK Padjajaran; 1996 (Buku asli diterbitkan tahun 1989)
5. Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. Brunner and Suddarth’s textbook of medical – surgical nursing. 8th Edition. Alih bahasa : Waluyo, A. Jakarta: EGC; 2000 (Buku asli diterbitkan tahun 1996)
6. Corwin, E.J. Handbook of pathophysiology. Alih bahasa : Pendit, B.U. Jakarta: EGC; 2001 (Buku asli diterbitkan tahun 1996)
7. Price, S.A. & Wilson, L.M. Pathophysiology: Clinical concept of disease processes. 4th Edition. Alih bahasa : Anugerah, P. Jakarta: EGC; 1994 (Buku asli diterbitkan tahun 1992)
8. Doengoes, M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C. Nursing care plans: Guidelines for planning and documenting patients care. Alih bahasa: Kariasa, I.M. Jakarta: EGC; 1999 (Buku asli diterbitkan tahun 1993)
9. Suyono, S, et al. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2001
10. Arif Mansjoer. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius ; 2000
11. Sandra M. Nettina , Pedoman Praktik Keperawatan, Jakarta, EGC, 2002
12. Kasuari, Asuhan Keperawatan Sistem Pencernaan dan Kardiovaskuler Dengan Pendekatan Patofisiology, Magelang, Poltekes Semarang PSIK Magelang, 2002

Sumber : Asuhan Keperawatan AMI (Acute Myocardial Infarction)

Minggu, 03 April 2011

Masker Wajah Tradisional untuk Kecantikan Wajah Alami

Masker wajah tradisional dapat dijadikan solusi untuk merawat kecantikan wajah. Menjaga kecantikan wajah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Alternatif yang murah dan mudah seperti masker wajah tradisional akan sangat bermanfaat bagi anda semua.

masker-wajah-tradisionalMasker wajah tradisional akan memberikan efek yang tidak kalah dengan masker wajah olahan pabrik kosmetik. Wajah anda memerlukan nutrisi yang cukup untuk bertahan terhadap racun dan polusi yang disebabkan udara kotor dan debu. Oleh karena itu membuat masker wajah tradisional untuk memberikan nutrisi pada wajah dengan bahan-bahan yang alami sangat penting untuk kecantikan wajah anda.

Ada beberapa macam masker wajah tradisional yang dapat anda jadikan sebagai bahan perawatan wajah. Secara umum, masker wajah tradisional dibagi menjadi dua macam. Yang pertama adalah yang terbuat dari bahan buah-buahan dan yang kedua terbuat dari bahan-bahan selain buah. Ada berbagai macam masker wajah tradisional yang dapat anda coba di rumah.

Masker wajah tradisional dapat membantu semua jenis kulit wajah untuk mencerahkan, menutup pori, meremajakan, dan memutihkannya. Bahan-bahan alami seperti madu dan telur dapat anda manfaatkan sebagai masker wajah tradisional yang sangat berguna untuk menutup pori untuk membuat wajah anda lebih halus dan lembut. Sedangkan perpaduan antara olive oil dan garam dapat membantu anda menghaluskan kulit wajah dan badan seperti lutut, siku, dan tumit. Wortel yang banyak mengandung vitamin A dan C juga sangat bermanfaat untuk menyegarkan kulit dari minyak.

Sedangkan alpukat sangat baik digunakan untuk meremajakan kulit karena kandungan asam amino dan vitaminnya yang berguna untuk mencegah penuaan dini pada kulit wajah. Sedangkan almond mengandung banyak mineral, vitamin A dan B, dan asam oleat yang sangat baik untuk menghaluskan kulit. Selain itu, buah tomat dan anggur juga sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai masker wajah tradisional.

Selain berguna untuk menghaluskan wajah, tomat juga sangat baik untuk melindungi wajah dari sengatan matahari Tomat sangat baik untuk menghaluskan wajah karena mengandung banyak protein, fosfor, besi, belerang, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, dan C. Sedangkan buah anggur sangat baik untuk digunakan sebagai masker wajah tradisional untuk semua jenis kulit.

Masker wajah tradisional dari bahan buah-buahan juga sangat bermanfaat untuk kesegaran kulit. Masker wajah tradisional dari bahan apel, misalnya, sangat bermanfaat untuk mengatasi jerawat dan minyak. Sedangkan masker wajah tradisional dari bahan buah stroberi sangat baik untuk kulit karena kandungan vitamin C-nya yang sangat tinggi.

Selain itu, masker wajah dari buah pisang juga sangat bermanfaat untuk melembabkan kulit wajah yang kering. Masker buah yang lain yang dapat dimanfaatkan untuk kulit normal adalah masker wajah tradisional yang diracik dari bahan buah plum. Buah plum mengandung enzim yang sangat baik untuk merangsang regenerasi sel baru untuk meremajakan kulit.

Sedangkan masker wajah yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kulit kering adalah masker buah alpukat. Ada berbagai macam bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat masker wajah tradisional sendiri. Ada banyak lagi bahan alami seperti mawar, yogurt, dan susu yang juga dapat digunakan sebagai solusi kecantikan yang natural dan murah.

Masker wajah tradisional yang terbuat dari buah-buahan sangat baik untuk perawatan kulit. Penggunaan masker wajah tradisional umumnya diketahui sebagai racikan yang bermanfaat untuk kulit tanpa diketahui bagaimana sebenarnya formula masker wajah tradisional bekerja. Padahal khasiatnya sudah tidak diragukan lagi. Selain melembutkan kulit, masker wajah tradisional juga sangat bermanfaat karena mampu membuka pori-pori yang tersumbat kotoran dan debu.

Masker wajah tradisional sangat bermanfaat karena formula alami dan seratnya yang unik mampu menghapus dan membersihkan sisa makeup ataupun kotoran yang tidak mampu hilang dengan pembersih wajah biasa. Selain itu, masker wajah tradisional juga sangat berguna untuk meringkas pori-pori wajah yang juga bisa berguna untuk membuat wajah mengencang. Di samping itu, wajah juga bisa mencari cerah dengan formula masker wajah tradisional.

Masker wajah tradisional juga sangat bermanfaat sebagai media untuk relaksasi. Formula dari masker wajah tradisional dapat membantu wajah merilekskan otot-otot wajah dan memberikan efek yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Selain itu, dengan melakukan terapi masker wajah tradisional kulit akan mendapatkan efek lembab yang sangat baik untuk memberikan kenyamanan yang alami pada kulit dan wajah.

Sumber : http://www.dunia-ibu.org/artikel/kecantikan/masker-wajah-tradisional-untuk-kecantikan-wajah-alami.html

Tips Merawat Rambut Keriting

merawat-rambut-keritingBagi wanita, rambut adalah mahkota. Rambut merupakan perhiasan berharga yang harus dilindungi keberadaannya. Wanita bisa menghabiskan begitu banyak biaya untuk merawat keindahan rambutnya.

Dalam hal keindahan rambut, sebagian besar wanita menyukai rambut lurus dibandingkan dengan rambut berombak atau rambut keriting, walau ada juga wanita-wanita yang menyukai rambut keriting.

Alasan kenapa rambut lurus lebih disukai daripada rambut keriting adalah karena rambut yang lurus terkesan rapi dan tertata dibandingkan dengan rambut keriting. Rambut lurus juga memiliki tingkat kesulitan yang rendah dalam hal perawatan dibandingkan dengan rambut keriting.

Namun demikian memiliki rambut keriting bukanlah sebuah kesalahan, bagaimanapun juga rambut keriting memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh rambut lurus.

Begitu juga dengan perawatannya, merawat rambut keriting juga tidak sesulit merawat rambut lurus, hanya tinggal bagaimana ketekunan kita untuk merawatnya saja.

Pada dasarnya merawat rambut keriting tidak perlu biaya yang mahal dan tidak perlu juga pergi ke salon, karena semuanya bisa dilakukan di rumah.

Berikut ini beberapa tips sederhana dan murah meriah yang bisa dilakukan siapa saja yang memiliki rambut keriting dan di mana saja, termasuk di rumah.

1. Sering-seringlah keramas.
Bagi yang memiliki rambut keriting, sebaiknya harus rajin untuk keramas. Merawat rambut keriting dengan cara keramas secara teratur dapat melembutkan rambut. Terlebih lagi, bagi pemilik rambut keriting yang tidak suka keramas, maka yang terlihat adalah pemandangan yang tidak menyenangkan, yaitu rambut menjadi kusam dan lepek. Oleh sebab itu keramas merupakan salah satu cara ampuh dan murah yang bisa dilakukan setiap hari dalam merawat rambut keriting.

Pada saat keramas, sebaiknya juga sambil memijat-mijat kepala agar cairan shampoo dapat meresap. Ada baiknya bila kita mendiamkan terlebih dahulu selama beberapa waktu setelah memijat-mijat kepala.

2. Memakai conditioner.
Salah satu manfaat conditioner adalah untuk merapikan rambut. Bagi seseorang yang memiliki rambut keriting, maka sehabis keramas sebaiknya dilanjutkan dengan pemberian conditioner secara merata ke seluruh bagian rambut. Langkah ini juga merupakan langkah yang tidak kalah penting dalam hal merawat rambut keriting.

3. Sering-sering menyisirnya.
Bisa dibayangkan bila rambut yang keriting jarang disisir, maka pemandangan yang ada adalah rambut yang tidak rapi dan tidak teratur. Di samping itu semakin lama rambut yang keriting jarang disisir maka pada saat disisir rambut akan terasa sakit. Oleh sebab itu salah satu cara untuk merawat rambut yang keriting adalah dengan sering-sering menyisirnya.

4. Menggunakan sisir bergigi jarang.
Sisir bergigi rapat dapat menyebabkan rambut akan terasa seperti dijambak atau sakit pada saat disisir. Oleh sebab itu untuk merawat rambut yang keriting sebaiknya sisir yang digunakan adalah sisir bergigi jarang, karena hal tersebut akan mengurangi rasa sakit pada saat rambut disisir.



Sumber : http://www.dunia-ibu.org/artikel/kecantikan/tips-merawat-rambut-keriting.html

Tips Merawat Payudara

tips merawat payudara

Ti
ps Merawat Payudara selalu dicari-cari oleh kita, wanita yang ingin merubah bentuk payudara menjadi lebih seksi. Siapapun pasti ingin memiliki payudara yang sehat, indah juga kencang.

Namun untuk mendapatkan semua itu tentunya Anda harus berbuat yang terbaik bagi payudara Anda. Ini dia tips merawat payudara yang bisa Anda manfaatkan.

Payudara mungkin bisa menjadi aset berharga Anda yang tentunya perlu perawatan khusus. Seiring dengan berkembangnya usia, payudara Anda pun akan mengalami berbagai masalah. Misalnya pengenduran payudara, menyusutnya kelenjar susu, stretch mark, melemahnya jaringan ikat penyangga payudara juga elastisitas kulit payudara yang berkurang.

Apalagi setelah proses melahirkan dan menyusui, payudara Anda mungkin tak lagi terlihat indah seperti sebelumnya.

Tips Merawat Payudara

Namun ada beberapa hal yang patut Anda coba untuk mempertahankan keindahan payudara Anda. Mulai perawatan dari dalam payudara hingga keluar payudara. Berikut tips merawat payudara yang bisa kita lakukan.

1. Payudara Anda juga perlu nutrisi.
Salah satu tips merawat payudara terpenting adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dengan jumlah kalori yang cukup. Sehingga berat badan yang ideal bisa Anda dapatkan. Dengan berat badan ideal tentunya penampilan tubuh Anda secara keseluruhan termasuk payudara akan terbentuk dengan alami. Dengan demikian penampilan Anda pun akan terlihat menarik.
Klik disini untuk makanan yang membantu pertumbuhan payudara.
2. Kulit payudara Anda hanya mengandung sedikit kolagen.
Terutama di bagian areola (kulit sekitar puting) dan puting. Oleh karena itu, salah satu tips merawat payudara berikutnya adalah jangan menggesek payudara dengan benda kasar misalnya scrub atau handuk. Apalagi ketika seminggu menjelang siklus bulanan. Untuk mengatasi kulit kering gunakan saja pelembab tanpa pewangi.
3. Olahraga juga bisa menjadi usaha Anda untuk mengembalikan kekencangan payudara.
Olahraga merupakan tips merawat payudara berikutnya. Gerakan olahraga yang dilakukan secara teratur akan melatih otot-otot dada. Lakukan secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
4. Gunakan juga bra yang sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara Anda.
Yang terpenting adalah bra harus nyaman dipakai. Gunakan bra khusus ketika Anda berolahraga. Sehingga keringat mudah terserap dan payudara tersangga dengan baik. Bra yang baik juga merupakan bagian dari tips merawat payudara.
5. Bedah Estetika
Bedah estetika bisa menjadi pilihan terakhir dari tips merawat payudara ini. Jika payudara sudah mengalami permasalahan yang serius bagi Anda. Bedah ini biasanya dilakukan untuk mengoreksi payudara yang tidak simetris, mengubah bentuk dan ukuran payudara atau hanya sekedar mengencangkan payudara. Namun jika bentuk payudara Anda baik-baik saja sebaiknya hindari tips merawat payudara ini.

Pada dasarnya semua orang diciptakan tidak ada yang sempurna. Mungkin jika payudara Anda kurang tampak bagus Anda bisa menutupinya dengan kelebihan yang ada pada tubuh Anda lainnya.

Sumber: DetikHot
http://caramembesarkan.payudaraku.org/tips-merawat-payudara/

Tips Merawat Payudara Agar Tetap Kencang

Payudara yang indah, kencang dan halus menjadi idaman setiap wanita. Tapi, banyak wanita yang melupakan untuk merawat payudaranya.

Kulit payudara sangat tipis dan sangat mudah kehilangan kelembaban. Untuk itu, payudara membutuhkan perawatan untuk menghindari kekeringan ekstrim dan kerutan. Cara-cara berikut ini akan mengembalikan kehalusan dan kekecangan payudara, seperti dikutip dari Ourvanity.

Pijat Hydro
Teknik pijat hydro merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari kerutan yang timbul lebih cepat di area payudara. Pijat hydro dapat dilakukan sendiri. Pijatlah payudara yang telah dibasuh air dingin, lalu pijatlah searah jarum jam selama 10 menit. Berikan perhatian khusus pada lipatan ketiak dan daerah bawah payudara Anda. Pijatan ini berfungsi untuk mengalirkan peredaran darah dan mengencangkan payudara.

Pijat dengan es batu susu
Anda juga bisa melakukan pijatan dengan air susu yang telah dibekukan. Pijatlah payudara menggunakan es batu susu tersebut, namun Anda harus melakukannya perlahan, karena kulit payudara sangat sensitif. Cara ini bermanfaat untuk melembutkan, mencerahkan dan mengencangkan payudara.

Masker
Bukan hanya wajah saja yang bisa di masker, payudara pun perlu di masker untuk mendapatkan kembali kelembutannya. Caranya dengan menghancurkan pisang, tambahkan dua tetes minyak zaitun dan terapkan pada payudara. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas dengan air hangat.

Olahraga
Cara lain untuk mengencangkan payudara adalah dengan olahraga. Rajin melakukan push up sangat berguna untuk kekencangan otot-otot payudara.

Latihan lain untuk mengencangkan payudara adalah dengan menggunakan barbel. Berbaringlah, tekuk lutut dan angkatlah barbel dengan kedua tangan secara bersamaan. Lalu tarik ke bawah tangan Anda perlahan-lahan. Ulangi hingga 10 kali.


http://bangrifai.blogspot.com/2011/04/tips-merawat-payudara-agar-tetap.html

Cara Menghentikan Keringat dan Bau Ketiak

Berkeringat adalah proses alamiah tubuh untuk membantu mengatur suhu saat olahraga atau cuaca panas.

Keringat muncul dari permukaan kulit guna menghilangkan kelebihan panas dan membantu untuk mendinginkan tubuh.

Namun ada juga orang yang berlebih keringatnya. Kondisi ini disebut Hiperhidrosis. Keringat berlebih ini bisa terjadi di tangan, ketiak, wajah, atau bagian tubuh lain.

Hal ini biasanya dimulai di masa kanak-kanak atau remaja. Diduga faktor genetik menjadi penyebab. Sekitar 70 persen dari mereka yang mencari pengobatan memiliki kerabat dekat yang menderita keringat berlebihan. Keringat juga bisa terkait oleh emosi, seperti saat gelisah atau cemas.

Namun kenapa banyak keringat di ketiak? Ternyata kelenjar penghasil keringat (apokrin) terletak di ketiak. Keringat sendiri tidak berbau. Namun ketika bakteri pada kulit dan rambut memetabolisme protein dan asam lemak, bau tak menyenangkan pun muncul.

Berikut ini lima cara menghentikan keringat dan bau ketiak:

1. Gunakan antiperspirant/deodoran

Deodoran membantu untuk menutupi bau. Sedangkan antiperspirant mengandung bahan yang dirancang untuk menghentikan keringat. Antiperspirant, yang menggunakan aluminium klorida untuk benar-benar mencegah produksi keringat. Bentuknya beragam, mulai gel, roll-ons, dan padat.

2. Jaga kebersihan dan kenakan pakaian yang nyaman

Mandilah minimal sekali sehari untuk menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan bau. Setelah mandi, pastikan ketiak kering. Jika Anda masih mengalami masalah dengan keringat dan bau, gunakan sabun antibakteri. Anda juga dapat gunakan bedak atau baking soda ke ketiak untuk menyerap kelembapan dan mencegah bau.
Kenakan pakaian yang terbuat dari kain alami (seperti kapas, wol, atau linen). Itu memungkinkan kulit bernapas dan menjaga ketiak kering. Kain sintetis (seperti nilon, rayon, dan polyester) cenderung menjebak panas dan menyebabkan tubuh berkeringat.

3. Kurangi Stres

Rileks, tenang menghadapi hidup, dan tak emosi. Emosi, seperti gelisah dan cemas, dapat menyebabkan keringat berlebihan. Menarik napas dalam-dalam, yoga atau meditasi bisa membantu mengurangi produksi keringat. Gaya hidup sehat seperti olahraga dan diet yang sehat membantu tubuh menjaga keringat tetap normal.

4. Periksa ke dokter
Jika keringat lebih banyak dari biasanya, atau pada waktu yang tidak biasa, periksalah ke dokter untuk memastikan bahwa hal ini tak disebabkan oleh penyakit medis. Keringat berlebih adalah gejala dari beberapa penyakit seperti penyakit jantung, hipertiroidisme, hipoglikemia, leukemia, menopause, limfoma non-Hodgkin, tuberkulosis, stres, dan gangguan kecemasan.

5. Pengobatan
Jika keringat di ketiak berlebihan sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari dan banyak solusi sudah dicoba tapi tetap gagal, Anda bisa mengambil pengobatan, seperti operasi, suntik botox, iontophoresis, obat antidepresan, dan obat antikoligenik.